Definite

contact

Blogs · Expertise · Featured · What We Do

Apa Bedanya Android Studio dan Android SDK?

Written by Amalia Nur Andini

Disebut-sebut sebagai Southeast Asia digital powerhouse, udah nggak heran kalau smartphone jadi barang wajib sehari-hari di Indonesia. Dan tentunya, Android punya tempat spesial karena menjadi OS pilihan lebih dari 92% dari total pengguna smartphone dalam negeri. Nah, sebagai brand owner, ada kalanya Anda dituntut memiliki aplikasi Android untuk mempermudah user atau customer melakukan purchase, registrasi, atau sekedar mengetahui lebih jauh tentang produk Anda. If that’s the case, ini saatnya Anda berkenalan dengan tools utama yang biasa digunakan para developer, yaitu Android Studio dan Android development kit atau Android SDK.

Basically, Android Studio dan Android SDK adalah tools yang diperlukan dalam proses pembuatan aplikasi pada platform Android. Terus, apa beda keduanya? Kalau mau bikin Android app mesti pake Android Studio dan SDK atau boleh milih satu aja? Jadi Begini…

  • Android Studio

Android Studio merupakan IDE (Integrated Development Environment) alias Lingkungan Pengembangan Terpadu official yang dikeluarkan oleh Google untuk Android. IDE yang pertama rilis tahun 2014 ini punya banyak banget fungsi yang dibutuhkan oleh para developer untuk pengembangan aplikasi Android seperti melakukan build, test, debug, dan lain sebagainya.

Android Studio juga dilengkapi berbagai fitur yang bisa bikin Android app development jadi less hassle dan more speedy. But how? Dengan fitur fast emulator misalnya, Anda bisa melakukan proses pengetesan (install dan run) Android app di berbagai jenis virtual device dengan lebih cepat.

Selain itu, build system dari Android Studio didukung oleh Gradle–automasi build system yang fleksibel dan memungkinkan ada bikin banyak variasi app untuk perangkat Android berbeda dalam satu project. Also, Android Studio memiliki APK analyzer, intelligent code editor, dan real time profiler yang bisa bikin kerjaan ngoding developer Anda jadi lebih gampang dan efisien.

  • Android SDK

Jadi, Android SDK a.k.a. Software Development Kit untuk aplikasi berbasis Android ini memang di-bundling dengan Android Studio. Tapi bukan berarti Android SDK nggak bisa dipake dengan tools lain. Ibaratnya, Android SDK semacam “otak” yang dibutuhkan untuk membuat Android app, sedangkan Android Studio cuma salah satu alat yang dipakai aja. We will return to this point later on, yes! 👌

Sederhananya, Android SDK terdiri dari beberapa software development tools dan library yang dibutuhkan untuk mengembangkan aplikasi Android. Tiap ada rilis versi Android terbaru atau update dari Google, muncul SDK baru yang perlu di-install oleh para developer supaya app bikinan mereka ter-update juga.

Semua tools yang dibutuhkan untuk coding program dari nol sampe pengetesan sudah termasuk di dalam Android SDK. Tools inilah yang memungkinkan proses pengembangan Android app Anda bisa berjalan lancar.

Now, let’s get back to the question: bisakah pakai Android SDK tanpa Android Studio? Seperti yang udah dijelasin di atas, Android SDK bisa digunakan terpisah. Walaupun sebagian besar aplikasi Android dapat dibuat dengan Android Studio, ada kalanya Anda perlu memakai IDE lain seperti Microsoft Visual Studio (untuk development program-program Microsoft Windows), atau cross-platform tool seperti QT Creator. Jadi, Anda nggak harus selalu pakai official IDE dari Google, asal ada SDK, Anda bisa pakai tools lain untuk membuat aplikasi Android.

Perbedaan singkat antara Android Studio vs Android SDK.

Dari penjelasan di atas, udah paham kan, perbedaan utama Android Studio dan Android SDK? Yang satu IDE, satunya kit dari beberapa software dan library files. Android Studio adalah salah satu tools yang dipakai untuk pengembangan aplikasi Android (bisa pake, bisa nggak), sedangkan Android SDK wajib banget ada kalau mau bikin app.

Oiya, Android Studio ini juga bisa di-download gratis di website developer Google. Tapi sebelum install, pastiin dulu System Requirement untuk PC Anda terpenuhi, yes. Biar nggak nge-lag, soalnya filenya lumayan gede. Kalau udah download dan install, Anda bisa lihat di dalamnya ada bundling Android SDK juga. Oh, berarti Android SDK cuma bagian dari Android Studio gitu? Emm, gimana ya… Jawabannya bisa yes dan no. 😉

Nah, sebelum Anda memutuskan untuk bikin aplikasi Android buat bisnis Anda, make sure you do your research well. Mobile app market emang bertumbuh pesat, tapi persaingannya juga ketat banget–tingkat keberhasilannya nggak lebih dari 0.01%. Selain ngikutin perkembangan trend, Anda juga perlu mendengarkan dan mengenal customer Anda. Di Definite, kami selalu mengedepankan L.O.V.E. (Learn, Observe, Verify, dan Experience) dan menerapkan strategi user-centric yang relevan untuk bisnis Anda. Jadi, mending kita lanjut diskusi via call or chat aja buat cari tau kebutuhan Anda dan nyusun strateginya bareng-bareng!

Credits:

Resources:

Asadurrohman Ayub (Mobile App Developer, Definite)

Harya Dimas (Managing Director and Partner, Definite)

 

Writer:

Amalia Nur Andini

Other Sources:

https://code.tutsplus.com/tutorials/understanding-the-android-app-development-kit–cms-34641

https://www.androidauthority.com/how-to-install-android-sdk-software-development-kit-21137/

Freebies E-Book

Check out our free e-book on
easy ways to redesign your website
Download Now

Interested in what we do?

Let’s have a talk, and see how together we can take your brand to the next level.

Contact us




Hi there!

Need a partner for your brand’s digital endeavor?

Contact Us
Whatsappp Sharing