Definite

contact

Blogs · Expertise · Featured · SEO

Optimasi SEO on Page untuk Ningkatin Performa Konten di Search Engine

Written by Panji Singgih, 20 September 2020

Setiap website pasti memiliki kontennya masing-masing. Dan ketika konten website Anda nggak muncul di posisi atas atau halaman pertama Google search engine, kemungkinan besar ada 2 hal yang perlu ditinjau ulang, tuh: either web Anda belum sepenuhnya ready (terutama dari sisi teknis), atau Anda perlu melakukan optimasi SEO on page.

Kalau permasalahannya dari sisi teknis, masih bisa lebih simple untuk diatasi. Tapi kalau yang dihadapi adalah permasalahan kedua, Anda datang ke tempat yang tepat, nih. Soalnya, kita bakalan ngebahas apa aja yang perlu diperhatikan buat mengoptimalkan SEO yang berfokus pada elemen-elemen di dalam website Anda ini.

  • URL

Ibarat alamat rumah, URL itu alamat sebuah halaman ataupun file dalam internet, yang biasanya merujuk pada karakter tertentu (huruf, angka, simbol) buat mengidentifikasi lokasinya. Masalahnya, URL yang digunakan terkadang suka berantakan.

Contoh URL yang berantakan dan nggak efektif.

Image source

Kok bisa berantakan gitu URL-nya?

Penyebabnya bisa dari banyak faktor. Karena pada dasarnya, URL itu punya dependensi yang sangat kuat terhadap mesinnya sendiri (iya, mesin buat men-generate URL yang berbasis web itu). Nah, kalau untuk skala kecil macam corporate website gitu, biasanya bisa kami atasi dengan remapping URL-nya, dan/atau diskusi sama para engineer tentang gimana caranya untuk optimizing static URL-nya.

Baru setelah itu dynamic URL-nya bisa kita optimize, supaya seluruh URL yang bakal ter-generate itu bisa well-optimized dan friendly buat user dan juga mesinnya.

Intinya sih, untuk melakukan optimasi SEO on page itu URL halaman dalam web Anda harus rapi dan dilengkapi dengan deskripsi yang sesuai dengan tema dari halaman tersebut.

Contohnya, ketika kami nulis tentang proses design thinking dalam UX designing. URL paling simple untuk menjabarkan halaman tersebut adalah https://definite.co.id/blogs/proses-design-thinking-dalam-ux-designing/.

Bakalan lebih bagus lagi kalau Anda juga memasukan keyword ke dalam URL-nya. Dengan begitu, orang-orang akan lebih gampang untuk nemuin konten tersebut di search engine, dan mereka pun jadi punya gambaran tentang isi dari halaman tersebut.

  • Title Tag

Title tag adalah indikator HTML dari sebuah halaman yang bertugas sebagai headline untuk menjelaskan konten halaman tersebut. Letaknya ada di kolom browser paling atas, atau text berwarna biru pada search engine yang menavigasi orang-orang menuju halaman Anda.

Contoh dari title tag (singkat, informatif, dan on point).

Image source

Tugas Anda di sini adalah menyiapkan judul konten yang relevan dengan kebutuhan user, supaya lebih eye-catching, clickbait, dan tentunya informatif. Dengan begitu, orang-orang juga bakalan semakin tertarik untuk mampir ke “lapak” Anda.

  • Meta Description

Ini adalah rangkuman dari seluruh penjelasan terhadap konten di halaman web terkait yang akan muncul pada search engine results pages (SERPs). Fungsinya adalah untuk membantu meyakinkan user bahwa URL-nya menyediakan konten yang sesuai dengan apa yang mereka cari, dan bikin mereka lebih memahami konten tersebut.

Contoh meta description yang muncul dalam search engine.

Again, jangan lupa untuk memasukan keyword dalam meta description agar hasilnya lebih baik. Contoh: “proses design thinking yang harus diterapkan dalam UX designing untuk hasil yang lebih optimal.”

Kalau bisa sih, meta description ini nggak lebih dari 160 karakter, yha…

  • Heading Tags

Kalau yang satu ini digunakan untuk membagi konten Anda per bagannya dan mengoptimasi tiap-tiap headings (h1, h2, h3, dst.) dari konten tersebut, supaya lebih readable, mudah dimengerti, dan tetap ter-detect oleh search engine.

Contoh per-coding-an heading tags.

Image Source

Contohnya kayak lima tahap dalam penerapan proses design thinking yang dijabarkan per point-nya di dalam artikel “Proses Design Thinking dalam UX Designing”:

  • Empathize:

Metode dengan cara menempatkan diri kami di posisi user. Dengan begitu, kita bisa tau apa yang kira-kira mereka butuhkan.

  • Define:

Analisa hasil riset Anda dari berbagai insight yang didapatkan dari poin sebelumnya, dan temukan apa yang menjadi permasalahan user.

  • Ideate:

Berberkan informasi-informasi tersebut, Anda bisa mulai untuk brainstorming dan mencari solusi untuk menyelesaikan masalah dari point of view-nya user.

  • Prototype:

Ini adalah tahap yang sangat eksperimental, dimana Anda menerapkan solusi-solusi tersebut ke dalam beberapa alternatif produk dalam skala kecil.

  • Test:

Tahap pengujian dari beberapa solusi terbaik yang sebelumnya diterapkan pada tahap ‘prototype’ ke dalam skala yang lebih besar.

  • Alt Tags

Alt tags menyediakan informasi untuk multimedia, semacam visual maupun video. Dikarenakan search engine nggak bisa membaca multimedia, Anda bisa memasukan nama file dari multimedia tersebut saat Anda meng-upload-nya ke dalam konten Anda.

Contoh penggunaan alt tags dalam SEO on page.

Image source

Contohnya ketika ingin memasukan visual sebuah laptop. Dalam file yang akan di-upload, Anda bisa menuliskan deskripsi seperti: laptop (spasi) merklaptop (spasi) spesifikasi-laptop. Nantinya ketika ada orang yang mencari hal tersebut di Google search engine, konten Anda bakalan muncul juga secara otomatis.

  • Keywords

Ini adalah kata-kata yang paling tepat untuk digunakan dalam menjabarkan sebuah konten. Jadi ketika ada user yang mencari kata tersebut di search engine, mereka akan nemuin halaman terkait di web Anda. 

Contoh penggunaan keywords dalam SEO beserta algoritmanya.

Image source

Dari contoh visual di atas, Anda bisa lihat kalau “empunya” konten tersebut bakalan menggunakan ‘best breed of guard dog for families with children’ sebagai keywords-nya.

Kenapa panjang banget? Jadi begini…

Berhubung keyword dog’ ini banyak banget dicari sama user, pastinya banyak juga konten-konten serupa yang ngebahas tentang itu. Which means, persaingannya juga semakin ketat.

Nah, fungsi dari  ‘guard dogas a body keyword dan kata keterangan lainnya as a tail keyword, adalah untuk menurunkan tingkat persaingan dalam search engine. Walaupun user yang mencari itu lebih sedikit, tapi seenggaknya ia punya peluang buat ngedapetin user yang kebutuhannya emang relevan dengan konten yang disajikan.

Begitulah…

FYI, keywords yang mau Anda gunakan juga bisa dimasukan ke dalam halaman “contact us”, “about”, “services”, atau bahkan di dalam kolom case study, supaya bisa ngebantu search engine untuk mendongkrak halaman tersebut, lho. 👍🏼

Selain enam hal di atas, Pak Dimas juga menyampaikan 3 hal krusial yang harus kita lakukan dalam proses optimasi SEO on page, nih. Menurut beliau, “pertama: kenali audience yang mau dituju. Baca behaviour, selera, dan reaksi konsumen waktu mendapatkan informasi yang kita berikan. Dari situ, kita bisa tau apa yang sebenarnya mereka mau dan butuhkan. Jadi konten-konten yang akan di-publish berikutnya bisa lebih relevan dengan hal-hal yang mereka cari.

“Kedua: kenali kompetitor. Karena di Google kita berusaha menonjolkan produk dan jasa kita dengan cara mengamati keunggulan kompetitor. Dari situ, kita bisa mempelajari keyword yang dibuat kompetitor, kemudian mempopulerkan keywords yang sama, maupun menggunakan alternatif keywords yang kita kembangkan sendiri – seperti contoh “best breed of guard dog di atas” misalnya.

“Last but not least adalah yang paling susah: sabar! Masalahnya, untuk mencapai peringkat pencarian teratas di google itu butuh kesabaran ekstra. Soalnya kita face-to-face dengan kompetitor dan berusaha untuk jadi pemenangnya. Jadi intinya ya kudu sabar deh,” waduh, statement bitter-truth yang cukup nyelekit ya Pak. 😅

Kalau ngeliat penjelasan-penjelasan di atas sih kayaknya banyak banget yang harus dilakukan buat optimasi SEO on page ini ya. But from there on, Anda pasti mulai bisa meraba-raba juga kan, apakah konten dan web Anda udah sesuai sama SEO on page atau belum. Ya, kalau mungkin ada yang belum pas dan nggak tau gimana cara nanganinnya, mending langsung diskusi dan cari solusinya bareng kami aja!

Credits:

Resource:

Dimas Harya, Managing Director Definite

Ramdhani Rakhmat, Head of Analytics Definite

Freebies E-Book

Check out our free e-book on
easy ways to redesign your website
Download Now

Interested in what we do?

Let’s have a talk, and see how together we can take your brand to the next level.

Contact us




Hi there!

Need a partner for your brand’s digital endeavor?

Contact Us
Whatsappp Sharing