Definite

Digital · SEO

Pentingnya Landing Page dalam Digital Marketing

Written by Panji Singgih, 22 July 2021

Landing page adalah salah satu aspek yang penting banget dalam dunia digital marketing. But what is that thing actually? Well, supaya lebih paham tentang hal yang satu ini, mari kita bedah sama-sama di sini, yes!

Sebagai pelaku kegiatan digital marketing, especially kalau Anda memiliki toko online, ada banyak banget elemen-elemen yang harus dipahami supaya penerapan strategi bisnisnya bisa efisien dan tepat sasaran. Nah, di antara sekian banyak elemen itu, salah satunya yang paling penting adalah landing page. That is why, Anda harus benar-benar memahami apa yang dimaksud dengan hal tersebut, apa manfaatnya, apa aja jenis-jenisnya, mana yang paling cocok dengan kebutuhan Anda dan gimana cara bikinnya. So, let’s talk about it!

Apa itu landing page?

Pada dasarnya, landing page adalah sebuah halaman dalam website yang di-design secara spesifik dengan mindset marketing. Maksudnya gimana tuh? Okay, let’s say Anda lagi liat-liat IG story dan tiba-tiba muncul iklan dengan perintah swipe up. Ketika Anda melakukan swipe up itu, nantinya Anda akan di-direct untuk muncul di suatu halaman tertentu, kan? Nah, halaman tersebutlah yang dimaksud dengan landing page. Intinya, ini adalah halaman yang (akan) ditampilkan saat ada orang yang mengakses sebuah website dari hasil pencarian, whether itu paid search maupun nggak.

Loh kok mirip-mirip sama homepage ya? Ada perbedaannya kah?

Jawabannya, definitely yes. Walaupun serupa tapi tak sama, kedua hal ini jelas berbeda antara satu dan yang lainnya. Cara paling gampang untuk mengetahui perbedaannya adalah melalui SERP atau Search Engine Result Page.

Most likely, hasil pencarian dari search engine, like Google, akan menampilkan Google Ads – search campaign dan Google Ads – shopping campaign di 2 – 3 urutan teratasnya, kemudian diikuti oleh featured snippets, baru setelah itu Anda akan melihat organic search results lainnya.

apa itu landing page
Contoh hasil pencarian melalui Google/SERP

Dalam hal ini, hasil dari organic search results dan featured snippets posisinya bakalan sulit untuk diganggu-gugat, karena mereka memiliki kualitas SEO yang ciamik dan teroptimasi dengan baik, mau itu dari SEO On Page ataupun Off Page-nya (ini juga salah satu hal penting lainnya dalam digital marketing). Namun dari sini, SERP akan menampilkan halaman dari sebuah website secara acak/random, yang terkait dengan keywords yang dicari oleh seseorang.

Beda halnya jika Anda menggunakan paid search results (all of those Google Ads di peringkat teratas). Melalui fitur ini, Anda bisa nyiapin halaman khusus dengan fungsi tertentu. Misalnya ketika ada orang yang mencari keywords tertentu yang relevan dengan bisnis Anda. Pada saat mereka menemukan website Anda melalui Google Ads, Anda bisa langsung mengarahkan mereka ke halaman case study (misalnya) untuk menunjukan portofolio perusahaan Anda dengan tujuan menarik perhatian orang tersebut untuk langsung bekerja sama dan menggunakan produk atau jasa perusahaan Anda.

Above all, kalau dilihat secara fungsional, homepage memiliki tugas yang lebih general, sedangkan landing page memiliki tugas yang lebih spesifik. Kalau diibaratkan seperti buku, si homepage ini adalah sampul yang menarik perhatian orang untuk membaca buku tersebut lebih jauh lagi. Sedangkan landing page ini ibaratnya adalah salah satu bab yang membahas suatu topik tertentu dalam buku tersebut.

Fungsi landing page

Okay, got it… Terus, apa aja tuh tugas spesifik dari si landing page ini?

Dari pembahasan di atas, bisa dilihat kalau tugas utama dari landing page adalah untuk mendatangkan dan mengumpulkan data dari leads atau pengunjung yang berpotensi untuk menggunakan produk-produk Anda. Kenapa data-data dari leads tersebut harus dikumpulkan? Karena engagement terhadap leads tersebut penting banget untuk dijaga, supaya Anda nggak kehilangan (calon) pelanggan nantinya.

Selain itu, tugas lain dari landing page adalah untuk mempermudah orang dalam melakukan transaksi atas produk Anda. Karena dengan adanya halaman ini, pelanggan Anda nggak perlu repot-repot untuk mencari tombol navigasi tertentu saat mau melakukan purchasing, dan yang pasti mereka akan terbebas dari distraksi halaman-halaman lainnya.

Kenapa hal ini penting untuk diperhatikan? Karena dalam digital marketing, dengan minimnya distraksi dan alur yang nggak berliku-liku dalam bertransaksi akan menurunkan persentase dari bounce rate. Dengan begitu, otomatis bisnis Anda akan jadi lebih cuan!

Paham kan kenapa landing page ini penting banget? Nah, sebelum memutuskan untuk menggunakan fitur yang satu ini, Anda perlu tau dan memahami terlebih dahulu jenis-jenisnya, agar nanti bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Jenis-jenis landing page

1. Lead gen

lead gen atau lead capture pages, or more commonly known as lead generation landing pages. Biasanya, landing page ini ditampilkan dalam bentuk form. Sementara fungsi dari jenis yang satu ini adalah untuk ngumpulin data-data dari calon pelanggan, terutama data berupa nama dan alamat email mereka.

landing page adalah
Contoh tampilan dari lead generation landing pages

Image Source

Seperti yang juga udah kita bahas di atas, data-data ini nantinya bisa Anda gunakan untuk ngejaga engagement Anda dengan mereka, terlebih dari sektor bisnis, contohnya untuk promosi, berita, mengirimkan katalog, artikel atau konten, memperkenalkan varian produk baru serta menawarkan produk-produk lainnya.

Nah, jenis landing page ini cocok banget untuk digunakan sebagai strategi digital marketing kalau Anda memiliki bisnis B2B dan tipe bisnis dengan produk atau jasa yang tarif or biayanya cukup pricy.

2. Click-through landing pages

Yang kedua ada click-through landing pages, di mana landing page ini akan langsung nge-direct orang untuk melakukan pembelian atau menggiring mereka ke halaman purchasing di website Anda. Biasanya, tampilan dari jenis yang satu ini berbentuk CTA atau tombol dengan perintah ‘buy now’, ‘add to cart’, dan semacamnya.

contoh landing page
Contoh tampilan dari click-through landing pages

Images Source

FYI, jenis landing page yang ini bakalan cocok banget digunakan untuk Anda yang bergerak dalam bisnis B2C atau e-commerce.

And now, berhubung Anda udah mulai paham lebih jauh mengenai fungsi, manfaat, gimana pentingnya, dan udah tau mana jenis yang paling cocok digunakan oleh bisnis Anda, coba sekarang kita breakdown cara-cara untuk bikin landing page ini, yes.

Cara membuat landing page

Well, basically hal ini akan jadi lebih gampang kalau Anda udah familiar dengan dunia web development. Tapi kalau nggak pun juga cara bikinnya juga nggak terlalu sulit, kok. Hal utama yang harus dilakukan adalah dengan menginstal WordPress.

Kemudian Anda bisa lanjut memasang dan mengaktivasi salah satu plugin website builder (Beaver Builder, contohnya), dengan cara melakukan konfigurasi dalam pilihan menu ‘Setting’, terus klik pilihan ‘Enter License Key’ untuk ngedapetin kode lisensi dari akun di Beaver Builder yang udah Anda buat sebelumnya.

Dari situ, Anda bisa mulai “ngoprek” dan bikin kerangka landing page yang sesuai dengan yang diinginkan. Anda tinggal klik menu ‘pages > Add New’ aja kok untuk melakukannya. Di situ Anda bisa milih salah satu tema WordPress yang udah nyediain full width template atau page builder template, yang mana templates tersebut udah kompatibel untuk digunakan dengan plugins landing page.

P.S: kalau ternyata tema WordPress yang Anda pilih belum punya full width template, Anda bisa langsung bikin di Beaver Builder-nya aja, kok.

Tapi kalau mau proses yang lebih simple, Anda juga bisa langsung milih salah satu dari sekian banyak template dari WordPress yang udah siap pakai, untuk digunakan sebagai landing page dari “toko online” Anda. Tenang, setelah memilih salah satu template tersebut, nanti akan ada preview tampilannya terlebih dahulu sebelum Anda mulai menggunakannya.

Setelah itu, Anda bisa mulai membuat konten untuk landing page tersebut. Anda bisa mengedit, memasukan, menambahkan atau mengurangi berbagai jenis item kolom di template menggunakan tab Row, dan sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Tinggal klik tombol ‘Add’ aja untuk menambahkan satu atau beberapa kolom sekaligus.

Kalau udah selesai mengutak-atik tab Row, sekarang Anda bisa lanjut bergerak ke tab Module untuk mengganti teks, milih warna background, heading, tombol, memasukan countdown timer, video, audio, juga mengatur lebar dan tinggi kolom. Begitu udah puas dengan design dan konten-konten yang Anda cantumkan dalam landing page tersebut, Anda tinggal klik tombol ‘Done’ dan bisa menyimpannya atau bahkan langsung menayangkannya.

Begitu landing page tersebut siap digunakan, ini adalah saat yang tepat bagi Anda untuk mengoptimalkan CTA. Kenapa hal ini nggak kalah penting? Sederhana aja, karena CTA yang efisien bisa banget menghasilkan jumlah conversion rate yang tinggi. Jadi Anda perlu memanfaatkannya semaksimal mungkin. Karena landing page yang disediakan tanpa CTA sama aja kayak mobil tanpa bensin. Sebagus apapun mobil itu, ya nggak akan bisa jalan kalau nggak ada bensinnya, yakhan.

Gimana? Dengan manfaat yang signifikan untuk bisnis dan cara bikin yang nggak terlalu sulit, pasti semakin tertarik dong buat menggunakan si landing page ini untuk melancarkan strategi digital marketing Anda?

Kalau pun dari penjelasan di atas Anda masih merasa kesulitan atau mengalami masalah saat membuat landing page, you don’t need to worry. Langsung japri kita aja di Whatsapp buat diskusi langsung tentang permasalahan yang Anda hadapi terkait proses ini. Pasti akan kita bantu untuk cari solusinya kok! 😉

Freebies E-Book

Check out our free e-book on
easy ways to redesign your website
Download Now

Interested in what we do?

Let’s have a talk, and see how together we can take your brand to the next level.

Contact us




    Hi there!

    Need a partner for your brand’s digital endeavor?

    Contact Us
    Whatsappp Sharing