Definite

contact

Expertise · Featured · UX · What We Do

Peran User Persona dalam Pembuatan dan Pengembangan Produk Anda

Written by Amalia Nur Andini

“Your customers don’t care about you. They don’t care about your product or service. They care about themselves, their dreams, their goals. Now, they will care much more if you help them reach their goals, and to do that, you must understand their goals as well as their needs and deepest desire.” – Steve Jobs

Quotes by Steve Jobs di atas rasa-rasanya pas banget untuk dijadiin pembuka topik tentang user persona dan peran pentingnya dalam pengembangan produk Anda. Actually, user persona bisa jadi cara simple bin ajaib untuk bisa lebih akrab dengan user Anda. But how? Jadi begini…

User persona itu adalah tool sederhana yang diciptakan buat mempermudah Anda membayangkan target user yang spesifik saat membuat content digital marketing. Misalnya, instead of ngebayangin seluruh generasi millenial, Anda cuma perlu memikirkan seorang tokoh yang bisa ngewakilin mayoritas audiens.

Bisa dibilang juga bahwa ini adalah next-step dari user research. Anda hanya bisa membuat ini setelah mendapatkan data dari riset. Nah, penting untuk diingat: hindari mengarang bebas!!! So, walaupun bentuknya semacam biodata karangan, user persona yang baik tentunya valid, representatif, terpercaya, dan bisa dipertanggungjawabkan pada klien Anda. By the way, kalau Anda belum melakukan riset, Anda bisa baca-baca dulu artikel kami tentang apa yang harus diperhatikan dalam UX design lho.

Terus, apa aja yang mesti ada di biodata user persona? Template secara umum sih biasanya meliputi foto, nama, umur, interest, personality, domisili, dan lain sebagainya. Tapi selain mendeskripsikan demografi dan background user, ada tiga pertanyaan krusial yang wajib Anda cari jawabannya saat menentukan user persona:

  • What are their motivations?
  • What is their goal?
  • What are their frustrations/challenges to achieving this goal?

Nah, 3 pertanyaan ini penting karena sifatnya yang qualitatif dan memperlihatkan karakter user Anda dengan lebih detail dan deep. Pertanyaan-pertanyaan ini juga tentunya nggak bisa Anda dapatkan dengan hanya mengandalkan google analytics. Itulah kenapa riset punya peranan yang sangat penting untuk bikin persona yang actually works. Supaya bisa mendapatkan data user, Anda dapat melakukan interview, survey atau questionnaire. Tapi, kalau nggak sempet riset karena waktu yang terlalu mepet atau keterbatasan biaya, Anda masih bisa pake data dari sumber lain, kok, kayak dari insight sebelumnya atau analisis kompetitor.

Selain bikin target user Anda lebih spesifik, user persona juga sangat berguna pada tahap pengembangan produk atau website. Dengan memperlihatkan demografis, motivasi, tujuan, dan hambatan yang dihadapi, user persona bisa membantu Anda menawarkan solusi, menentukan tools mana yang perlu improvement, atau ideation untuk produk baru. Menurut hubspot, user persona juga bikin penentuan jenis content marketing lebih gampang dan sesuai dengan kebutuhan spesifik pengguna (dan calon pengguna) Anda.

Kegunaan user persona juga udah kami buktikan sendiri di Definite. Contohnya kayak proses pengembangan website dan social media Indihome, user persona kami adalah generasi milenial yang tinggal di kota-kota besar di Indonesia, sangat bergantung pada internet, dan butuh internet cepat dengan harga terjangkau. Dengan mengetahui biodata user, kami bisa menentukan content apa aja yang relatable dan engaging untuk diunggah di website dan media sosial dan meng-cater user kami.

Dengan melakukan hal ini juga bisa bikin produk atau campaign Anda lebih fokus dan tepat sasaran, karena Anda udah kenal dekat dengan user-nya (kayak teman sendiri aja he he he). Dan seperti kata Steve Jobs, semakin Anda paham tujuan, keinginan, dan motivasi pengguna atau customer Anda, semakin mereka care sama brand Anda! Win-win solution lah yes :)

Di balik brand yang bahagia, terdapat users yang terpuaskan!

 

Mau tau dong gimana cara bikinnya! ✋

Dengan asumsi Anda udah memiliki data dari riset atau metode lain, ada tiga tahapan utama yang bisa diikuti untuk mulai membuat user persona Anda.

  1. Analyze and Find the Pattern

Dengan data yang Anda miliki, cobalah menganalisis, buat kesimpulan umum, dan temukan “pattern”-nya. Anda bisa mulai dengan mengelompokkan data-data yang mirip, memisahkan outlier (data yang menyimpang terlalu jauh dari data lain dalam satu rangkaian), atau jawaban interview/survey yang kira-kira nggak relevan. Dari sini, Anda bisa mulai menemukan polanya. Sebagian besar responden dengan tingkat pendidikan S-1 dan penghasilan antara 7-11 juta rupiah misalnya, tergabung dalam kelompok A yang meng-cover 75% dari total sampel. Nah, demografi kelompok mayoritas ini lah yang nanti akan menjadi landasan untuk user persona Anda.

  1. Write Your User Persona

Jika kesimpulan udah di tangan, saatnya menulis biodata user Anda! Kalau butuh template, sekarang ini sudah banyak kok website yang menawarkan free user persona template, semacam Xtensio, Behance, Marketergizmo, dan lain sebagainya.

Seperti yang sudah disebutkan di awal, yang terpenting adalah persona harus memperlihatkan demografi user Anda (usia, domisili, penghasilan, pendidikan, etc.), goal dan challenge yang dihadapi untuk mencapai tujuan. Beberapa persona juga memperlihatkan interest, motivation, favorite brand, dan personality–bisa Anda add atau takeout sesuai dengan kebutuhan pengembangan produk Anda.

Nevertheless, jangan lupa kasih nama dan foto yang sesuai dan mewakili personality user. Karena nggak mungkin kan pakai nama X EA-A100 dan foto kucing untuk user yang stylish, modern, dynamic, dan social? 😝  Nanti malah misleading, hahaha. Okay, biar aman, coba deh kita kasih nama Jonathan ya.

Contoh user persona-nya mas Jonathan
Image source: Xtensio

 

  1. Introduce Your User Persona to Everyone

Terakhir, saatnya Anda memperkenalkan si “Jonathan” pada anggota team dan stakeholders di perusahaan Anda. Masukan yang Anda dapatkan waktu presentasi bakalan sangat berguna untuk memperbaiki yang kurang-kurang dan membuat karakter “Jonathan” lebih on-point. Selain itu, dengan presentasi, semakin banyak orang akan paham dan familiar dengan si “Jo” ini. Jadi, tiap-tiap orang akan mempertimbangkan apa saja yang bisa di-improve dari unit kerja mereka untuk memenuhi kebutuhan “Jonathan”. Makin banyak yang perhatian ke “Jo” aka user Anda, makin care juga si “Jo” sama brand Anda, dan pastinya bakalan makin seru. The real definition of the more the merrier 👌

At last, user persona penting banget dalam tahap awal pembuatan dan pengembangan produk. Kalau ingin produk atau website Anda sukses, jangan pernah skip tahap ini deh. Anda harus selalu ready untuk menciptakan “Jonathan” versi brand Anda at any time Anda perlu pengembangan atau improve website dan produk Anda. Also, mungkin banget loh satu produk punya lebih dari satu user persona. Bisa jadi Anda harus bikin Jonathan, Jeremy, dan Joice dll (kok jadi import semua namanya?) dalam masa development bisnis Anda. So, make sure Anda beneran familiar sama step by step yang udah dijelasin tadi ya. :)

Anyway, kami juga masih punya segudang tips dan trik lain yang oke punya seputar UX design, lho. Cek terus update-annya di blog kami yes! Atau kalau Anda lagi nggak mood baca, bisa banget langsung nanya-nanya kami via telepon atau chat disini aja.

 

 

Credits:

Resources:

Gabriela Resty, Account manager Definite

Dimas Harya, Managing Director Definite

Writer:

Amalia Nur Andini

Freebies E-Book

Check out our free e-book on
easy ways to redesign your website
Download Now

Interested in what we do?

Let’s have a talk, and see how together we can take your brand to the next level.

Contact us




Hi there!

Need a partner for your brand’s digital endeavor?

Contact Us
Whatsappp Sharing