Definite

Dev and Design · Digital · SEO

Plugin WordPress: Definisi, Jenis, Keunggulan dan Cara Kerjanya

Written by Rinaldy Sofwan, 04 May 2021

Bukan, bukan plugin as in “colokan” yang akan dibahas di artikel ini, tapi plugin di WordPress beserta jenis dan fungsinya. Now, let’s dig it deeper!

Tau nggak kalau 41,2% websites yang ada di internet itu menggunakan WordPress? Yes, situs web secara umum, bukan cuma blog. Banyak dari kita (anak lama internet) kenal WordPress (WP) sebagai platform blogging yang muncul di tahun 2000-an awal dan menggantikan popularitas Blogger. Tapi lebih dari itu, kini WP udah jadi basis berbagai situs populer, mulai dari Microsoft hingga Zoom yang akrab banget sama kita sekarang. Dan salah satu alasan popularitasnya adalah karena plugin.

Saat artikel ini ditulis sih, cuma ada 58,317 plugins yang bisa di-download dan digunakan di website Anda yang berbasis WordPress (‘cuma’ gimana? Itu banyak banget woy!). Dan semuanya bermanfaat mulai dari meningkatkan performa, konversi, hingga menyesuaikan website sesuai dengan kebutuhan Anda. Mau pol-polan SEO biar eksis di page one? Bisa. Mau bikin toko online buat jualan produk sendiri di website? Juga bisa berkat plugin.

Keren sih, tapi sebetulnya apa itu plugin? Gimana cara kerjanya? Seperti apa contohnya? Okay, okay. Let’s jump right into it!

Definisi dan Cara Kerja

Selain ingat debat sama sahabat soal mana platform yang terbaik antara WordPress dan Blogger, anak 2000-an awal pasti ingat juga waktu admin warnet kesayangan di masa-masa itu rajin banget muterin lagunya Muse, Plug In Baby. Walau nggak ada yang tahu pasti maksud dari judul lagu itu apaan, tapi kata “plug in” di sini artinya kurang lebih berkaitan dengan apa itu plugin WP.

Plugin berasal dari kata plug in, yang artinya menghubungkan. Kalau bahasa slengeannya sih “colokin,” kayak “colokin dulu tuh USB hub-nya.” Nah, Anda yang pakai Apple MacBook pasti paham banget deritanya nggak punya USB type-B dan harus “plug indevice tambahan cuma untuk sekadar pakai flash disk kan? Plugin WordPress punya fungsi yang sama: menambahkan fungsionalitas yang Anda butuhin ke situs basic yang Anda punya.

Jadi, dalam konteks WordPress, plugin adalah barisan kode yang dihubungkan atau “dicolokin” ke situs WP Anda dalam bentuk ekstensi downloadable. Nah, karena udah banyak developers dan perusahaan-perusahaan yang bikin ekstensi ini, Anda tinggal unduh dari library dan tambahkan ke website Anda sendiri. Nggak perlu lagi tuh coding buat modifikasi kode ori-nya WordPress dari awal. Praktis kan? Hampir sama seperti aplikasi di smartphone Anda.

Nah, karena sifatnya yang bisa coca cola (colok, cabut, colok lagi), Anda bisa dengan mudah plug in berbagai fungsi dan unplug fungsionalitas itu kalau udah nggak dibutuhin. Selain menambahkan fitur seperti eCommerce, social network, hingga forum, plugin juga bisa digunakan untuk sekadar tweaking situs Anda supaya lebih sesuai dengan kebutuhan, misalnya agar lebih cepat loading atau lebih mudah terindeks oleh search engine seperti Google.

Jenis Plugin dan Kegunaannya

Seperti yang kami bilang sebelumnya, ada puluhan ribu plugins yang bisa di-download dan diterapkan dalam situs berbasis WordPress Anda. Semuanya punya fungsi serta kegunaan masing-masing, dan tentunya bisa bermanfaat buat website bisnis Anda. Tapi bukan berarti harus pasang semuanya. Seperti aplikasi di smartphone, kalau terlalu banyak yang diinstal, yang ada sistem malah jadi berat.

Setiap website tentu punya kebutuhan masing-masing dan plugin yang diperlukan pun jadi beragam. Tapi berikut ini adalah beberapa contoh yang bisa Anda gunakan dalam hampir segala jenis situs:

1. All-in-one tool

jetpack plugin
Tampilan Jetpack plugin

ImageSource

Untuk mencegah website jadi lambat, gimana kalau berbagai fungsionalitas must-have buat sebuah situs dirangkum dalam satu plugin? Bisa banget, dan itu udah sukses direalisasikan oleh Jetpack. Ekstensi ini dibuat oleh Automattic, pengembang WordPress itu sendiri. Jadi nggak usah khawatir soal performa, keamanan, dan lain-lain.

Seperti yang bisa Anda lihat lewat link di atas, Jetpack punya banyak fitur yang membantu Anda melakukan berbagai hal, mulai dari mendesain situs, melacak performa, hingga mencegah serangan hackers. Fungsi-fungsi dasarnya ditawarkan gratis, tapi untuk fitur lebih lengkap Anda bisa subscribe ke banyak paket, sesuai  kebutuhan, yang bisa Anda lihat di sini.

2. SEO tool

yoast
Tampilan Yoast SEO.

Image Source

Lalu ada juga SEO tool seperti Yoast plugin. Optimizing websites agar mudah terindeks oleh search engine bisa jadi rumit banget. Sebelumnya kami udah pernah bahas tentang meta tag dalam SEO, macam-macam kode yang perlu Anda selipkan di website, dan gimana semua itu bekerja. Rumit kan? Dengan plugin seperti Yoast, Anda nggak perlu lagi mikirin kode HTML karena semuanya ditampilkan dengan rapi lewat GUI di dasbornya.

Dengan Yoast SEO, Anda bisa memilih keywords dan mengoptimalkan halaman situs berdasarkan kata-kata tersebut. Plugin ini akan menunjukkan bagian-bagian mana aja dari laman website Anda yang masih bisa dioptimalkan, mulai dari tampilan keterangan yang tampil dalam hasil pencarian Google, jumlah keywords, dan seberapa mudah konten Anda untuk dicerna audiens.

Sama seperti Jetpack, Yoast juga menawarkan fitur-fitur dasarnya secara gratis dengan batasan tertentu. Jadi, Anda bisa coba dulu dan putuskan apakah Anda perlu fitur premiumnya belakangan. Sayang deh, kalo dilewatin.

3. Security tool

wordfence
Tampilan Wordfence plugin

Image Source

Kalau website diibaratkan sebagai kantor, Anda pastinya gak mau kan ada orang asing yang masuk tanpa izin, corat-coret grafiti dan nyuri barang-barang berharga Anda. Karena itu kantor mesti dipagari biar aman dan website WordPress wajib dipasangin security plugin seperti Wordfence.

Rata-rata, 30 ribu websites kena retas dan 300 ribu malware dibuat oleh hacker dalam satu hari. Serangan hacker bentuknya bisa macam-macam, mulai dari sekadar mengedit tampilan atau konten situs, hingga mencuri data. Mencuri data udah jelas merugikan. Apalagi ketika pelaku ngedit isi website buat nunjukin ke publik kalau website Anda telah diretas, wah, reputasi yang jadi taruhan.

Plugin keamanan seperti Wordfence bisa membantu Anda memblokir akses berbahaya, amanin login, hingga scanning malware. Seperti plugins yang sebelumnya kami sebutkan, yang satu ini juga bisa Anda pakai secara gratis dengan batasan. Kalau butuh opsi proteksi lebih, paket premium jadi jalan keluarnya.

4. Backup tool

plugin updraft
Tampilan Updraftplus

Image Source

Yang terakhir masih ada kaitannya dengan serangan hacker. Sehebat-hebatnya fitur keamanan yang Anda punya, namanya buatan manusia sih pasti ada aja yang bisa tembus. Nah kalau, amit-amit, hal itu terjadi, pasti pusing banget buat balikin data yang hilang atau benerin situs supaya balik seperti sedia kala. Karena itu, wajib banget buat backup WordPress site Anda tiap hari.

Lebih dari itu, dengan backup rutin, Anda juga jadi nggak perlu khawatir kalau website tiba-tiba error atau Anda nggak sengaja kehilangan akses. Biasanya dari pihak hosting udah nyediain fitur backup sih, tapi lebih baik lebih aman deh daripada menyesal di kemudian hari. Makanya plugin tambahan jadi penting.

Salah satu plugin backup yang bisa Anda gunakan adalah Updraftplus. Dengan ini, Anda bisa bikin backup komplit situs WordPress Anda dan menyimpannya di cloud atau di komputer. Backup bisa dilakukan manual ataupun terjadwal, jadi nggak harus pusing-pusing deh. Kayak yang udah-udah, layanan ini juga gratis dengan opsi premium.

Plugin apa yang Anda butuhkan?

Disclaimer: di luar empat plugin di atas, ada segambreng pilihan yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan fungsi yang sama. Kami nggak terafiliasi dengan masing-masing pembuat plugin di atas dan menyebutnya cuma sebagai contoh. Selain itu, masih ada juga puluhan ribu plugin lain yang bertujuan untuk menghadirkan fungsi lain ke situs WordPress Anda.

Nah, pertanyaannya, fungsi apa yang Anda butuhkan? Setiap situs dan masing-masing bisnis pasti punya kebutuhan masing-masing. Hal pertama yang harus dilakukan sebelum Anda mencari tau tentang plugin mana yang terbaik adalah identifikasi dulu fungsi apa yang harus ada pada website Anda.

Kalau bisnis Anda dalam tahap building awareness, misalnya, mungkin plugin SEO jadi prioritas utama. Sementara kalau Anda butuh engagement, bisa jadi Anda butuh forum di sana. Di sisi lain, kalau penjualan yang perlu didongkrak, buat eCommerce pun ada plugin-nya sendiri. Luas banget deh kemungkinannya.

Kalau masih bingung, Anda lihat ikon WhatsApp di kanan bawah halaman ini kan? Klik aja dan kita langsung diskusi bareng via chat! Nggak cuma bisa bantu identifikasi masalah dan pilih plugin, kami juga bisa develop situs Anda sampai selesai, dengan hasil yang ciamik! Want to know more about it? Cek layanan kami selengkapnya aja!


Credits

Writer: Rinaldy Sofwan

Freebies E-Book

Check out our free e-book on
easy ways to redesign your website
Download Now

Interested in what we do?

Let’s have a talk, and see how together we can take your brand to the next level.

Contact us




    Hi there!

    Need a partner for your brand’s digital endeavor?

    Contact Us
    Whatsappp Sharing