Definite

contact

Blogs · Expertise · Featured · UX · What We Do

User Testing Pro Tip A la Jessica part I

Written by Rinaldy Sofwan, 18 August 2020

Ada banyak hal yang mesti Anda lakukan dalam proses product development, dan salah satunya adalah user testing. Tahapan ini penting banget buat ngeliat gimana user berinteraksi dengan produk Anda, and see which works and which doesn’t

Ngapain juga ya kan capek-capek, mahal-mahal bikin produk kalau ternyata nggak bisa dimengerti sama pihak yang paling penting di sini, yaitu user Anda sendiri. Karena penting banget, walaupun namanya testing, jangan coba-coba deh sebelum nyusun user testing plan dan tau gimana cara ngelakuinnya sebaik mungkin.. 

Buat users kok coba-coba… (kressss)

Anyway, sebelum kita bahas lebih jauh, user testing dalam konteks product development itu gimana ya? Dari nama sih udah jelas, pengujian untuk pengguna. Tapi kita coba tanya Flavia Jessica yuk, UX designer kita yang belakangan sih denger-denger lagi getol ngelakuin user testing buat project-nya. Boleh dijelasin Mbak Jess?

User testing itu metode untuk memvalidasi suatu desain yang udah dibuat dengan cara di-testing ke users. Karena kita buat (produknya) based on users’ requirements and insights, so we need to get back to the users with the output design to ask if it already fits their needs,” kata Jessica.

 

Sister Jessica yang lagi ngasih pengarahan untuk melakukan user testing

Straightforward ya penjelasannya. Ya dari nama juga udah self-explanatory sih, nggak kayak artikel sebelumnya yang super nerdy dan berliku (iya, tentang si React vs React Native itu). Nah, yang bisa panjang lebar sekarang penjelasan tahapan-tahapannya nih.

Pertama-tama kita mulai dengan mendefinisikan tujuan pengujian itu sendiri. Ini bisa macem-macem sesuai kebutuhan dan sedang di tahap mana proses product development-nya. 

Mungkin Anda perlu cari tau, bisa nggak users nyelesain task tertentu dengan produknya? Atau perlu tau berapa lama waktu yang dibutuhkan buat users nyelesain task itu? Atau mungkin efisiensinya? Atau bisa juga nyari kemungkinan error pada produk saat digunain? Hal-hal semacam itulah, tentukan dulu dari awal jadi jelas langkah apa yang perlu diambil dan testing juga bisa berjalan konsisten sehingga ngehasilin data yang reliable.

Intinya lagi-lagi user testing plan jadi kunci. Setelah tau apa tujuannya, baru deh kita pilih metode apa yang sesuai. Ada banyak metode yang bisa dipakai, tapi umumnya sih ada wawancara in-depth, remote user testing, card-sorting, A/B testing, sampai yang secanggih eye movement tracking. Kalau di Definite seperti apa?

“Metode user testing kan banyak macamnya, nah mau pakai metode yang mana itu sebenarnya tergantung tujuan, kebutuhan, dan juga situasinya. Misalnya kalau mau melakukan concept testing di fase awal sebelum masuk ke UI design, biasanya kita pakai metode card-sorting. Ini metode paling cepat karena nggak perlu ada prototype design di sini,” kata Jessica. 

Yang dimaksud metode card-sorting itu, peserta testing diminta untuk menyusun kartu-kartu jadi diagram pohon ya. Dari situ bisa kelihatan design seperti apa sih yang paling makes sense buat mereka. 

Metode-metode user testing dan kegunaannya

Kalau metode yang paling sering digunakan di Definite, kata Jessica, itu moderated qualitative. Di sini user ditempatin di satu ruang yang sama dengan fasilitator dan dikasih instruksi untuk menyelesaikan task tertentu dengan design yang udah dibuat. Biasanya kita pakai platform prototyping semacam Marvel atau Maze buat ngelakuin pengujian ini.

Dengan begitu, kita bisa dig deeper dan dapetin lebih banyak insights dari users. “Kenapa moderated? Karena dengan adanya facilitator di situ kita bisa observe their facial expressions and body language to take notes on some vital reactions, such as confusions or excitement.”

Kebayang adegan interogasi di serial TV tentang crime gitu nggak sih denger penjelasannya? Nggak kok, dalam prakteknya kita semua ramah dan baik hati di Definite. Tapi kalau soal kecanggihannya bisa lah dibandingin sama detektif di film-film itu. Cek aja hasil-hasil kerja kita di sini

Jessica’s pro tip #1: “Selalu siapin user testing plan dan list of questions.”

Nah, setelah tujuan dan metode ditentukan, baru deh nyari users yang paling representatif untuk ikut serta dalam testing ini. Pastinya Anda udah punya kan profil target audiens buat produknya? Tinggal cari deh mereka yang sesuai dengan kriteria-kriterianya, baik dari usia, gender, lokasi, latar belakang edukasi, profesi, income, dan lain-lain. Satu hal penting, cari peserta yang nggak familiar dengan produk Anda ya supaya hasilnya lebih reliable dan nggak bias (bukan istilah K-pop). 

Tim definite yang lagi pada miting di ruang user testing

Berikutnya bisa dibilang tahap persiapan terakhir sebelum kita bener-bener mulai ngelakuin testing-nya: buat skenario pengujian. Yang dimaksud skenario pengujian di sini adalah arahan-arahan yang mau kita sampaikan ke users saat testing. Instruksi ini sebisa mungkin harus bisa mudah dimengerti tapi jangan terlalu mendetail. 

Misalnya kita pakai metode moderated qualitative yang tadi dijelasin Jessica, instruksi yang disampaikan moderator sebaiknya semacam ini: “jelajahi website ini, beli sepasang sepatu dengan ukuran yang sesuai, gunakan kartu kredit.” Instruksi itu mudah untuk dipahami tapi nggak sampai mendikte users cara untuk menyelesaikan task yang diharapkan. Beda kan sama kalau misalnya gini: “masuk ke kolom pencarian, ketik sepatu, klik cari” dst.

Itu baru langkah-langkah, metode dan persiapannya aja buat melakukan user testing. Gimana proses dan pelaksanaannya bakalan kita bahas di sequel/part II dari artikel ini yes. Tapi kalau Anda masih bingung tentang persiapannya, mending langsung japri kami aja biar bisa diskusi dan cari solusinya bareng-bareng ya kan!

Credits:

Resources:

Flavia Jessica, UX Designer Definite

Dimas Harya, Managing Director Definite

Writer:

Rinaldy Sofwan

Freebies E-Book

Check out our free e-book on
easy ways to redesign your website
Download Now

Interested in what we do?

Let’s have a talk, and see how together we can take your brand to the next level.

Contact us




Hi there!

Need a partner for your brand’s digital endeavor?

Contact Us
Whatsappp Sharing