Definite

contact

Blogs · Expertise · Featured · UX · What We Do

User Testing Pro Tip A la Jessica part II

Written by Rinaldy Sofwan

Kalau di part I kemarin udah ngebahas tentang langkah-langkah, metode, dan persiapan buat user testing, di part II ini Sister Jessica bakalan ngelanjutin pembahasannya ke part yang lebih dalam, which is bagian dari eksekusinya.

Tapi Anda harus pastikan juga sebelum mulai melakukan user testing ini, segala persiapan di artikel sebelumnya yang harus Anda lakukan itu udah selesai semua. Jangan sampai di waktu pelaksanaannya nanti ternyata ada data yang ketinggalan. Selain jadi repot, data yang Anda butuhkan buat product development nanti juga jadi nggak akurat.

Oke… kalau gitu, langkah pertama yang harus dilakukan buat user testing apa dulu nih Mba Jess?

Preparation tim Definite sebelum eksekusi user testing

Jessica’s pro tip #2: “Sebelum mulai, kasih waktu untuk users look around prototype website biar dapet feels-nya sebelum dikasih task.“

Now the test itself. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat ngelakuin testing adalah konsistensi. Sebisa mungkin replikasi environment pengujian Anda. termasuk kapan dan bagaimana Anda menyampaikan instruksi-instruksi tadi, atau apapun. Karena perbedaan tipis aja dari satu tes ke tes lainnya bisa mempengaruhi persepsi dan perasaan peserta dan mengontaminasi hasil tesnya. Untuk mempermudah, Anda bisa bikin semacam script buat diikuti saat testing. Lagi-lagi user testing plan ya, kata kuncinya.

Setelah itu tinggal analisis hasilnya deh. Kumpulin hasil pengujian dan coba tarik kesimpulan. Lihat gimana peserta merespons testing itu, masalah apa yang mereka temukan, dan lain-lain. Jangan lupa balik lagi juga ke tujuan yang ditentukan di awal. Rembukan dengan tim dan cari solusi terbaik seandainya terjadi masalah dan tentukan next step-nya. All done, and… repeat (sampai produk udah sesuai dengan kebutuhan users). 

Proses yang lumayan panjang tapi worth it sih, karena pada akhirnya produk yang dibikin bisa lebih sesuai dengan kebutuhan users. Di Definite sendiri user testing udah jadi makanan sehari-hari. Jessica cerita salah satu contohnya adalah waktu kita ngelakuin pengujian konsep di tahap awal dari project Traveloka AXES (Xperience for Business) beberapa waktu lalu. Goal-nya adalah mengubah proses registrasi yang tadinya offline jadi online

“Turned out, to register yourself as a supplier for Traveloka Xperience, there is a lot of data to be captured. What we did was, we tried to make sense of all the fields (of the form) into a few steps to prevent users from feeling overwhelmed. To make sense of the steps, we did the testing where users were to arrange all the fields to each step based on priority and relevancy,” kata Jessica. 

Selain itu, kita pernah pakai juga metode moderated qualitative untuk project BidAja dan BCA Karier. Peserta dikasih serangkaian tasks untuk diselesaikan di prototype yang kita bikin pakai Maze. Goal-nya adalah nyari tau usability score of the design, di mana masalah terjadi, dan apakah desainnya udah sesuai dengan kebutuhan users. Untuk BCA Karier, kita ngelakuin itu pakai video conference via Zoom Call. Metode remote kayak gini penting banget buat dikuasai karena efisien, terutama di tengah pandemi.

User testing dengan menggunakan metode card-sorting

Jessica’s pro tip #3: “Ask. Do not assume. Ajak users untuk ‘think aloud’, ungkapin apa yang dia rasakan dan sekarang dia lagi di halaman mana.”

Jadi kenapa sih mesti repot-repot melakukan user testing? Keuntungannya apa? Ya jelas, kegiatan ini ngebantu kita memahami users dan behavior-nya, membuat product yang sesuai dan relatable dengan users, dan mengidentifikasi masalah-masalah dari desain yang kita bikin. Yang paling penting, tahap ini jadi kesempatan untuk mencari ruang untuk perbaikan. 

Gimana, perusahaan Anda sudah terbiasa melakukan user testing belum? Kalau belum dan menurut Anda hal ini terlalu merepotkan untuk dilakukan sendiri, kita ngobrol-ngobrol santai dulu yuk bahas project Anda selanjutnya. Siapa tahu Definite bisa bantu dan bikin bisnis Anda makin ngetop di mata users dengan design produk yang super user-oriented!

 

Credits:

Resources:

Flavia Jessica, UX Designer Definite

Dimas Harya, Managing Director Definite

Writer:

Rinaldy Sofwan

Freebies E-Book

Check out our free e-book on
easy ways to redesign your website
Download Now

Interested in what we do?

Let’s have a talk, and see how together we can take your brand to the next level.

Contact us




Hi there!

Need a partner for your brand’s digital endeavor?

Contact Us
Whatsappp Sharing